KEPALA DINAS SOSIAL PROVINSI SULSEL

Ir.H.Imran Jausi,M.Pd

Profil

Kunjungan Kerja, Wagub Tekankan Remaja di PPSBR Makkareso Harus Tetap Sekolah

Rabu 18 Sep 2019 - 0
Post

Maros,Wakil Gubernur Andi sudirman Sulaiman melakukan kunjungan kerja di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPSBR) Makkareso, Sabtu (15/9).

Pada kunjungan ini, Wagub menekankan agar remaja yang berada dalam proses pembinaan tetap melanjutkan sekolah. Untuk itu, ia mengimbau UPTD PPSBR Makkareso untuk bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa untuk menerapkan proses pembelajaran bagi remaja yang dibina.

“Mereka yang dibina tetap harus sekolah dan memperoleh ijazah, oleh karena itu, kerja sama lintas OPD perlu untuk tetap memperhatikan pendidikan bagi remaja yang terjaring,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada pengelola, gedung-gedung di UPTD PPSBR Makkareso perlu diaktifkan untuk sarana pelaksanaan workshop bagi remaja yang tengah dalam proses pembinaan.

Gedung gedung di UPTD ini harus di aktifkan, bagaimana pengelola agar bisa membuat sebuah workshop yang kemudian memiliki nilai, sehingga workshop tersebut membuka lapangan pekerjaan baru bagi remaja,” imbuhnya.

Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPSBR) “Makkareso” Maros merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang menangani permasalahan anak.

Luas lahan bangunan sebesar 4 hektar dan digunakan untuk memberi bimbingan kepada remaja yang terjaring, lokasi UPTD terbagi beberapa gedung yang layak guna ataupun tidak yang layak guna.

Kepala UPTD PPSBR Makkareso Andi Rahmi Adikarini menuturkan, pihaknya memiliki program pelayanan kesejahteraan sosial, bimbingan sosial, bimbingan mental dan fisik serta keterampilan kerja khususnya bagi anak remaja terlantar putus sekolah, anak jalanan dan anak yang berhadapan dengan hukum.

“Program yang kami berikan untuk menggali, membina, mengembangkan, meningkatkan dan memantapkan potensi dan sumber daya anak remaja terlantar putus sekolah,” terang Andi Rahmi.

Kepala Sub Tata Usaha Abdullah Irfan menambahkan, proses pembinaan menggunakan proses belajar, dari masyarakat, dalam panti dan kembali ke masyarakat.(humassulsel)

Bagikan Berita Ini

KOMENTAR